Pages

Banner 468 x 60px

.

25 Mei 2009

UNDANGAN RAKORNAS THL TBPP

3 komentar
Kepada Yang Terhormat
Koordinator/Ketua Forum Komunikasi (FK)-THL TBPP Prov/Kab/Kota
di Seluruh Indonesia

Dengan hormat,
Hasil Sarasehan & Temu Tugas THL TBPP se-Jawa di Purbalingga 16-17 Mei 2009, terbentuk PRESEDIUM THL TBPP SE-JAWA. Dalam rangka menindaklanjuti kami akan mengadakan RAKORNAS THL TBPP. Pelaksanaan 4-6 Juni 2009 Lokasi Boyolali dan Yogyakarta.
Kegiatan:
1. Partisipasi pada Jambore SL-PTT
2. Rakornas THL TBPP
3. Sarasehan Nasional THL TBPP
4. Pembentukan FK-THL TBPP Nasional
5. Deklarasi FK-THL TBPP Nasional
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengharapkan kehadiran THL-TBPP yang diwakilkan dua (2) orang dari FK-THL TBPP Provinsi seluruh Indonesia. Dukungan Kegiatan swadana murni dari kontribusi Rp. 5.000/THL TBPP seluruh Indonesia. Kontribusi di koordinir oleh Koord/Ketua FK-THL TBPP Kabupaten/Kota atau Provinsi seluruh Indonesia dikirim ke PANITIA RAPAT KOORDINASI NASIONAL THL-TB. No.Rek: 0152-01-003639-53-8 BRI Kantor Cabang Wates,Kulon Progo,DIY.
Contact Person:
Dedi Alfian/Ketua Dewan Presedium THL TBPP se-Jawa: 081328403755
Supriyanto Raharrjo/ Ketua Panitia Rakornas THL TBPP: 081804341821
Dian Kurniasih/ Sekretaris : 085643673160
Ardiana Wulandari/ Bendahara: 085292558056

Terima Kasih atas Partisipasinya.

ttd
Ketua Presedium THL-TBPP se-Jawa
Dedy Alfian

NB:
a.) Perwakilan dua orang per propinsi bersifat tidak mengikat, jika ada yang ingin mengikuti acara ini mewakili kabupaten/kota domisili diperbolehkan asalkan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada Panitia.
b.) Setelah melakukan transfer, mohon segera konfirmasi ke panitia melalui contact person di atas dengan menyebutkan jumlah peserta yang akan hadir
c.) Bukti transfer ke Rekening Panitia harap dibawa saat melakukan registrasi di tempat acara



Read more...

Hasil SARASEHAN & TEMU TUGAS Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) SE-JAWA

1 komentar
Purbalingga,16-17 Mei 2009
----------------------------------------
SARASEHAN & TEMU TUGAS Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) SE-JAWA:
1. Terbentuknya FORUM KOMUNIKASI THL-TBPP PROVINSI JAWA TENGAH.
2. Terbentuknya Presedium THL-TBPP se-Jawa (BANTEN, DKI, JABAR, DIY, JATENG, JATIM).
3. FK-THLTBPP DIY ditunjuk sebagai KETUA DEWAN PRESEDIUM THL-TBPP SE-JAWA.
4. Presedium THL-TBPP se-Jawa sebagai embrio FORUM KOMUNIKASI THL-TBPP NASIONAL.
5. Presedium THL-TBPP se-Jawa mengambil langkah kongkrit akan melaksanakan RAKORNAS THL-TBPP.
6. Dukungan kegiatan RAKORNAS THLTBPP di galang dari swadana murni seluruh THL-TBPP NASIONAL.

MARI KITA DUKUNG PROGRAM REVITALISASI PERTANIAN dan WUJUDKAN AMANAT UU No. 16 SP3K 1 DESA 1 PENYULUH "Mohon dukungan usaha dan do'a keluarga besar THL-TBPP untuk membentuk FORUM KOMUNIKASI THL-TBPP NASIONAL yang akan menjadi kendaraan PERJUANGAN ASPIRASI THL-TBPP. Ayo rapatkan barisan, satukan langkah, samakan suara untuk mewujudkan PERUBAHAN BESAR bagi THL-TBPP"


Read more...

20 Mei 2009

KEBANGKITAN NASIONAL-KEBANGKITAN THL TBPP INDONESIA

0 komentar
101 Tahun yang lalu terlahir embrio yang menjadi titik tolak kebangkitan nasional. Dan hari ini lepas dari peristiwa jatuhnya pesawat Hercules C 130 yang jatuh di Magetan Jawa Timur, 20 mei 2009 di peringati hari Kebangkitan Nasional yang ke 101 tahun. Namun kayaknya hampir sebagian ingatan masyarakat Indonesia tersita oleh peristiwa peristiwa yang menjadi keseharian yang membutuhkan ruang besar di file file ingatannya. 101 Tahun kebangkitan nasional lirih sekali gema nya berbeda dengan tahun lalu ketika peringatan 100 tahun nya Kebangkitan Nasional. Mei setahun yang lalu seluruh tokoh Indonesia apapun yang di lakukan di kaitkan dengan 100 tahun kebangkitan Nasional, bahkan popular sekali iklan-iklan di TV hampir di setiap menit oleh seorang tokoh tentang “hidup adalah perbuatan” masih ingat?

Tidak boleh hanya setahun yang lalu, 11 tahun yang lalu, bahkan di pengembaraan ingatan sejarah , lahirnya semangat nasionalisme 1908 oleh lahirnya Boedi Oetomo, tokoh tokohnya tentu saja lebih dahulu mempunyai kesadaran dan menyerap energi dari leluhur-leluhurnya. Bangsa Indonesia ini bangsa yang luar biasa unggul, telah melahirkan kerajaan Sriwijaya, kerajaan Majapahit yang kekuasaan darat dan lautnya meliputi beberapa benua. Bahkan nantinya semoga segera ada yang menguakkan siapa sebenarnya bangsa Indonesia ini, bagaimana peradaban manusia yang menghuni Nusantara ini adalah sebenar-benarnya bangsa yang luar biasa unggul.

Jadi entah yang ke berapa, 100 tahun, 101 tahun ,102 tahun sampai berapapun seharusnya selalu kita peringati dan gemakan Kebangkitan Nasional untuk senantiasa melahirkan kembali kesadaran kesadaran baru tentang Kebangkitan Nasional. 101 tahun lalu , bahkan ribuan tahun yang lalu apapun yang sudah di ukir tentang keunggulan peradaban tinggi oleh para leluhur bangsa Nusantara bisa kita serap energinya dan kita lahirkan terus menerus keunggulan-keunggulan bangsa Nusantara ini.


KEBANGKITAN THL TBPP INDONESIA

TERIMA KASIH & STOP

karena dirasakan sudah cukup banyak SMS yang menyuarakan curahan hati THL-TBPP mengenai akhir kontrak, maka mulai edisi ini Sinar Tani tidak memuat lagi. Mari kita manfaatkan SMS Cangkul ini untuk berbagi pengalaman sesama penyuluh. Terima kasih untuk SMS selama ini

Terlambat kesadaranku, padahal belom sekalipun saya “ngirim” untuk SMS Cangkul Sinar Tani masa durasinya sudah berakhir.

101 tahun yang lalu di era Budi Oetomo belum ada HP, belom ada SMS tapi mampu melahirkan kesadaran semangat Kebangkitan Nasional.

Ratusan Tahun yang lalu, belum ada kapal kapal canggih, belom ada listrik, telephone namun melahirkan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang mengembarai benua –benua.

Ribuan tahun yang lalu belum ada semen, belum ada crane, lift, dump truk tapi melahirkan bangunan peradaban borobudur, prambanan dan lain lainnya.

Berapa lembar lagi harus di tuliskan sejarah prestasi peradaban masa lalu bangsa penghuni Nusantara yang kelak melahirkan Indonesia ini.

Dan aku, kami, kita yang lahir bersama sama sebagai THL-TBPP Indonesia, yang mengemban peranan penyuluh pertanian yang seharusnya senantiasa menyampaikan “terang” kepada petani, pada titik hari ini di Kebangkitan Nasional belum juga mampu melahirkan persatuan persatuan di antara kami/kita agar segera “lahir “ kebersamaan dan persaudaraan untuk bukan hanya THL-TBPP tapi untuk petani. Mungkin sepele, tapi itulah “GR” yang menyemangati agar keberadaan THL TBPP sebagai “Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian” bisa sedikit “membantu” Indonesia.

Berbeda dengan 101 tahun yang lalu bagaimana Boedi Oetomo lahir atau ratusan tahun lalu ketika Sriwijaya dan Majapahit tegak berdaulat. Aku, kami, kita sudah akrab dengan handphone dan bisa ber SMS ria, sudah karib dengan Komputer dan Internet dan canggih membangun Blog-blog yang jumlahnya puluhan.

Di kesunyian harapan semoga segera lahir persatuan dan rasa persaudaraan untuk kebersamaan di antara kami THL TBPP agar segera lahir “Kebangkitan Pertanian”!!!

Ataukah setelah kita pelajari dan menguasai paling tidak piranti teknologi komunikasi tidak bisa kita selenggarakan komunikasi THL TBPP Nasional???

(Mengutip ungkapan alm Harwanto Dahlan), kalau yang itu terjadi di antara THL TBPP Indonesia yang sedang kita alami bukan “Kebangkitan Nasional” melainkan “Kebangetan Nasional”

Temen Temen THL TBPP Indonesia apakah akan masih seperti ini? Kebangetan benerrrrrrrrr!!! Bener-bener Kebangetan!!!

(@arif-tangerang)
Read more...

15 Mei 2009

1 (Satu) Desa 70 (Tujuh Puluh) Penyuluh

0 komentar
Program Pemerintah Republik Indonesia Untuk Pertanian adalah komitmen Revitalisasi Pertanian dan salah satu cara mencapainya adalah mewujudkan program 1 desa 1 penyuluh. Oh betapa dasyatnya, betapa mulianya. Tentulah kesemua itu lahir dari jernih nya olah fikir dan kesungguhan tekad para pengambil keputusan untuk mengembalikan kedaulatan pertanian Indonesia kepada para Petani sekali lagi kepada Petani. Dengan 1 desa 1 penyuluh tentunya adalah langkah berani yang menjadi “keharusan” untuk menyiapkan petani agar mampu “mengolah dan memanajemeni” peradaban dan teknologi pertanian dengan memberi informasi informasi yang paling akurat kepada petani. Informasi yang utuh dan lengkap tentang dunia, bagaimana dunia “was-was”tentang ketersediaan pangan bagi penghuninya, Sehingga petani-petani Indonesia akan mendapatkan dirinya sebagai simpul simpul penyedia pangan bukan hanya untuk Indonesia bahkan penyedia pangan bagi “Dunia” Maka tegakkanlah pandangmu kaum petani Indonesia.

Kalau itu bukan khayal maka paling tidak keharusan untuk berdaulat di bidang panganlah alasan untuk mewujudkan 1 desa 1 penyuluh. Dengan alasan itu pula maka ribuan THL TBPP di rekrut. Mengembalikan gairah petani dan pertanian, ribuan sarjana pertanian di rekrut dari berbagai disiplin keahlian: budidaya, teknologi, pengolahan,hama penyakit, peternakan. Betapa lengkap dan utuhnya kekuatan THL TBPP sebagai darah segar penyuluhan, sebagai generasi baru pertanian.


Kuperkenalkan kampungku yang jauh di sana, di antara Pati, Kudus, Demak, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Blora. Di masa kecilku dulu, di kampung desaku bukan hanya 1 desa 1 penyuluh. Di Kampungku kulihat setiap hari 1 desa terdapat 70 “penyuluh”. Bahkan setiap petani adalah juga “penyuluh”. Tentu saja hadir sebagai “guru” petani di kampungku adalah bapak Penyuluh Pertanian dari Dinas pertanian. Lalu siapa 69 penyuluh penyuluh yang lain itu?. Petani –petani di kampungku ketika pagi dan siang hari mereka tekun dan giat bekerja di sawah, ketikan malam hari mereka kembali lagi kesawah dengan alat penerangan berupa obor, senter, lampu karbit atau lampu petromak menyusuri kembali pematang dan hamparan sawah untuk mencari(berburu) belut, keong,katak, sebagai tambahan penghasilan atau sekedar untuk lauk pauk. Ketika kemudian merebak hama umpamanya belalang, ulat grayak dll mereka juga kembali ke sawah di malam hari dengan alat-alat penerangan untuk mengendalikan hama hama itu. Aktifitas para petani di kampungku di sawah pada malam hari dengan berbagai alat penerang itu di sebut “Nyuluh” para petaninya di sebut “penyuluh” jadi di kampungku jauh sebelum terdengar Revitalisasi Pertanian dengan berupaya mewujudkan 1 desa 1 Penyuluh, dikampungku 1 desa 70 Penyuluh, bahkan setiap Petani adalah Penyuluh.

1 tahun lebih kucicipi aktifitas sebagai THL TBPP, oleh para petani sering di panggil “pak mantri” di samakan dan sama sekali tidak di bedakan dengan para Penyuluh Pertanian (PNS) yang setiap hari mengasuhku. Ada kenikmatan yang tidak ternilai yang tak bisa di hitung dengan lembaran upah ku. Melihat petani tersenyum dengan panenannya, merasakan getirnya petani ketika gagal panennya, merasakan marah kala susah cari pupuk,

Penyuluhan adalah Penerangan

Penyuluhan adalah membawa cahaya

Penyuluhan adalah menunjukkan jalan

Penyuluhan adalah menginformasikan kebenaran

Penyuluhan adalah energi untuk menyampaikan cahaya

Penyuluhan adalah mendistribusikan terang untuk maslahat bersama

Namun ketika kudengar sesuatu yang samar samar, ku lihat sesuatu yang remang remang tentang “durasi 30 bulan” energi untuk mennyampaikan terang itu sudah sewajarnya aku juga minta penerangan, kami juga butuh terang, kami ingin ketegasan tentang terang. Agar samar dan gelap itu tidak bertabrakan dengan keharusan kami menyampaikan terang.

Kepada siapa kami minta penerangan? (Deptan, DPR,atau….)

Kepada siapa kami bisa dapatkan penerangan?(Deptan, DPR atau………)

Keharusan kami untuk selalu membagikan “terang”

Beri kami juga dong “terang”itu

Kami tidak mengeluh, dan tidak ingin “ngrepoti” .yang kami inginkan adalah ketegasan dan ke”terang”an walaupun itu sebenarnya adalah “gelap” yang disampaikan secara tegas dan terang.

Kami mengkhayalkan SILATURAHMI NASIONAL THL TBPP, khayal bagiku tapi tentu tidak bagi teman temanku sesama THL TBPP

SILATURAHMI NASIONAL THL TBPP masih ku khayalkan

SILATURAHMI adalah cek and ricek menurut infotaiment

SILATURAHMI adalah konfirmasi kepada pihak yang melahirkan THL TBPP

SILATURAHMI adalah TABAYYUN

SILATURAHMI adalah utuhnya persaudaraan

SILATURAHMI adalah ketegasan dan kejantanan bahwa ada yang harus lebih di selamatkan dan menjadi titik pandang, menurut khayalku adalah PERSAUDARAAN THL TBPP

(arif-thl-tangerang)
Read more...

THL Padi, THL Gabah, THL Beras, THL Nasi

0 komentar
Dalam bahasa Inggris keempat kata semua di sebut Rice, Rakyat Indonesia mampu menjelaskan ke empatnya menjadi lebih spesifik, Padi ketika masih di sawah, Gabah sesudah di rontokkan, Beras sesudah di tumbuk, Nasi Sesudah di tanak.

Di Acara Jambore Penyuluh dan Karya di Cibodas Cianjur Dr Djafar Hafsah yang mantan Dirjen di Deptan dan sekarang menjadi politisi membenturkan idiom “Seperti Ilmu Padi Makin Berisi Semakin Merunduk” pada kenyataannya tidak setiap saat idiom itu berlaku di dalam kehidupan. Menurut Bapak kita itu, kadang kadang perlu menerapkan Ilmu “Gandum” dimana Yang mampu “ tegak” dalam kenyataan gandum adalah justru gandum gandum yang berisi, yang bulu bulu tajam di sekitar bulir bulir nya mampu melindungi ke”tegak”annya. Berbalik dengan Ilmu Padi, gandum yang merunduk”loyo” justru adalah gandum gandum yang “kopong”


Dalam ilmu bercocok tanam padi, setelah benih terpilih di sebar dan di semai di persemaian yang terbatas, kemudian di pindah tanam di sawah yang lebih lapang. Dalam perkembangannya tanaman padi harus di cukupi kebutuhan air ,pupuk dan di lindungi dari gangguan gulma dan hama. Tibalah saat berbunga,dan bulir bulir padi berisi sari pati nutrisi yang di serap oleh akar dari dalam tanah. Setelah berproses beberapa lama tercapailah kematangan bulir menjadi Padi yang siap panen.

Sekolah dan kampus bertugas menyemai dan menanam bibit padi dan menaburinya dengan berbagai macam pupuk dan di perkenalkan bermacam bentuk gangguan di luar dirinya. Sekolah dan kampus me”lulus”kan dan me”wisuda” siswa dan murid sebagai “Padi” dengan ketentuan prasyarat lengkap sebagai “Padi”

THL TBPP Indonesia sebagai diri manusia masuk di wilayah manakah? Sebagai diri Padi? Sebagai Gabah? Sebagai Beras atau sudah menjadi Nasi?

Setelah lulus sebagai manusia “Padi” di panen menjadi bentuk “Gabah” bertaburan di jemur di halaman kehidupan.

Gabah gabah bertaburan di penjuru halaman untuk kemudian di kumpulkan, di persentuhkan gabah satu dan lainnya.Ribuan gabah bersentuhan, bergesekan,di tumbuk dengan alu-alu di “lesung-lesung”, di tumbuk terus menerus agar kulit keras”sekam” nya mengelupas. Kulit kulit keras itu harus benar benar “tanggal dan mengelupas” agar gabah –gabah lulus menjadi “beras”. Lulus sebagai beras belum juga bisa di makan dan di nikmati keberadaan dan fungsinya. Maka beras beras harus bersedia di”panaskan” dan di tanak di kuali dengan panas yang terukur agar matang sempurna menjadi “nasi” tidak boleh menjadi gosong karena terlalu panas atau matang luarnya saja”nglenis”. Nasi adalah “sempurnanya” kematangan. Barulah nasi nasi menjadi manfaat bagi manusia.

Sungguh GR diriku menyebut sebagai manusia “gabah” walau pernah di “luluskan” sebagai “Padi”. Maka aku ingin bersentuhan dengan ribuan gabah-gabah yang lain agar terkelupas kulit keras “keakuanku”.

Teman temanku yang sudah lulus sebagai “nasi”tolong ajari aku untuk itu.

SILATURAHMI NASIONAL THL TBPP yang melayang layang itu, aku lamunkan adalah lesung-lesung dimana gabah gabah saling bertemu yang “menyediakan dan merelakan” dirinya bersentuhan dengan gabah gabah yang lain dan bersedia di tumbuk dengan alu-alu, agar tanggal dan terkelupas kulit keras “keakuan” gabah untuk kemudian lulus sebagai beras. Dan nanti setelah di rumahmu masing masing tanak dan masaklah beras beras menjadi “nasi”agar bisa kita selenggarakan “kenduri-kenduri” dengan petani-petani di desa mu.

Sungguh GR diri ini, berani-beraninya menyebut diri sebagai ”gabah”. Jauh di kesadaranku jangan jangan aku belum pernah lulus dan matang sebagai “Padi”

Di sarikan dari JM”KC”Jkt

NN Warga THL
Read more...

6 Mei 2009

Tanggapan atas rencana Temu Nasional (2)

4 komentar
Kami THL-TBPP Kabupaten Lombok Tengah NTB sangat mendukung ide rencana penyelenggaraan Temu Nasional / Silaturrohmi THL-TBPP Indonesia I.

Tawaran ini sangat menarik karena kami sudah memulai perjuangan sejak beberapa bulan yang lalu, perjuangan untuk nasib kita THL TBPP ini kedepan mau dibawa kemana.

Alhamdulillah kami di Lombok Tengah dan Lombok Timur mendapat appresiasi yang sangat baik dari Masing-masing Pemerintah Daerah dengan merekomendasikan / mengusulkan kami THL TBPP untuk menjadi CPNS dalam surat Bupati Lombok Tengah dan Lombok Timur yang ditujukan kepada Menteri Pertanian dan ditembuskan ke Kementerian terkait dan Gubernur yang Alhamdulillah sudah kami antar lansung ke Kantor Pusat Deptan. Akan tetapi hingga saat ini belum ada respon yang memuaskan dari Pusat atas usulan tersebut.

Keinginan untuk menyatukan visi dan misi THL TBPP se Indonesia Alhamdulillah akhirnya... InsyaAllah akan terlaksana melalui ide Penyelenggaraan Temu Nasional ini, semoga, Aamiin. Salut buat kawan2 panitia yang sudah bersusah payah untuk terselenggaranya acara ini.

Sedikit kami tanggapi Blue Print Proposal Temu Nasional ini:
1. Bahwa Blue Print Proposal sudah bagus namun sedikit kami usul / sarankan agar Nara Sumber ditambah jika bisa Bapak Presiden juga dihadirkan dalam acara tersebut.
2. Agar segera ditetapkan / dimantapkan Penyelenggaraan Acara ini mengenai waktu dan tempat, hal ini menyangkut koordinasi kami dengan kawan2 di kabupaten lain di daerah.
3. No Rek Bank u/ penggalangan dana agar segera diinformasikan.
4. No HP Kontak Person Panitia Penyelenggara yang bisa dihubungi supaya segera diinformasikan.

Demikian tanggapan kami dari Forum THL-TBPP NTB.
(Lalu Satria Negara, SP/081 805 296 081)
Read more...

4 Mei 2009

Tanggapan atas rencana Temu Nasional

0 komentar
Kami THL-TBPP asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menyampaikan beberapa tanggapan sebagai berikut:

1. Sepakat dengan Tim Penggagas Temu Nasional THL-TBPP Indonesia I tentang perlunya THL-TBPP seluruh Indonesia bersatu dan membentuk satu wadah organisasi tingkat nasional.

2. Organisasi sebagaimana dimaksudkan dalam butir 1 harus mampu berperan sebagai wadah penampung dan penerus aspirasi, sarana memperkuat solidaritas serta memfasilitasi pengembangan profesi untuk meningkatkan posisi tawar THL-TBPP.

3. Sehubungan dengan rencana kegiatan Temu Nasional THL-TBPP indonesia I yang dijadwalkan bulan Juni 2009 mendatang, kami THL-TBPP Kabupaten Probolinggo berpendapat bahwa penentuan waktu kegiatan di bulan tersebut kurang tepat, mengingat suhu perpolitikan nasional sedang memuncak menjelang Pipres Indonesia pada bulan Juli 2009. Kegiatan nasional THL-TBPP jika dipaksakan diselenggarakan pada bulan tersebut akan sulit mendapatkan fokus perhatian sebagaimana yang kita harapkan.

4. Sejalan dengan butir 3 di atas, kami menyarankan agar Temu Nasional THL-TBPP Indonesia I dapat dijadwalkan segera setelah Presiden-Wakil Presiden dan Kabinet baru terbentuk. Dalam situasi yang sudah pasti tersebut, insya Allah, even nasional THL-TBPP yang kita gagas ini akan lebih efektif dalam hal pencapaian sasaran dan tujuan yang kita inginkan bersama.

5. Kami terus menelihara semangat dan gairah perjuangan sebagaimana yang dimiliki oleh Tim Penggagas dan teman-teman THL-TBPP se-Indonesia. Kami membuka diri untuk saling berkomunikasi dan berkoordinasi untuk memantapkan rencana kegiatan (even) besar ini. Untuk itu tanggapan balik dari Tim Penggagas kami tunggu. Terima kasih.


Tim Perumus THL-TBPP Kab. Probolinggo
Read more...

SELAMATKAN PERAHU THL TBPP INDONESIA

2 komentar
Perahu THL TBPP adalah Kapal selam

* aktifitas THL-tidak/kurang popular di mata masyarakat
* Kurang mendapat pemberitaan di media (kecuali sinar tani)
* Segala aktifitasnya(THL TBPP) di bawah bayang-bayang penyuluh PNS (arti positif/negative)
* Wilayah aktifitasnya tidak/ kurang ter ekpose

Resiko kurang populernya THL TBPP juga Penyuluh adalah tidak/kurangnya mendapat pembelaan(simpati) dari masyarakat umum ketika terjadi apa apa, misalnya rencana pemutusan kontrak 5000 THL TBPP dan Pensiun massal Penyuluh PNS. Berbeda kasus dengan guru bantu-sekretaris desa yang sangat popular dan menyentuh berbagai dimensi di masyarakat, sehingga mendapat pembelaan dan dukungan yang signifikan dari masyarakat dan media umum paling tidak opini yang berkembang di masyarakat.

Maka pola gerakan aktifitas THL TBPP/ Penyuluh harus di “munculkan”, paling tidak dalam beberapa bulan ini, sehingga pada saatnya “desakan-desakan” THL TBPP kepada pihak pengambil keputusan mendapat dukungan/ pembelaan yang signifikan dari masyarakat umum,minimal masyarakat pertanian dan petani.

THL TBPP INDONESIA HARUS MENUNJUK DIRI DAN AKTIFITASNYA

Bahwa Penyuluh Pertanian masih dan harus terus eksis. Sebagaimana semangat tujuan di rekrutnya THL-TBPP pada awalnya. Aktifitas gerakan THL TBPP harus bersama sama dengan petani. Petani adalah Subyek pembangunan pertanian. DEPTAN dan Pemerintah hanyalah pemegang mandat pembangunan pertanian di Indonesia. Sehingga terbangun opini di petani dan masyarakat bahwa mencabut (memberhentikan)Penyuluh/ THL TBPP adalah sama dan sebangun mencabut hak-hak petani untuk mendapat informasi, bimbingan dan pendampingan.

Idealnya perahu THL TBPP Indonesia adalah Kapal Phinisi dengan layar tiang tinggi.
* pemunculan aktifitas dan gerakan THL TBPP Indonesia di permukaan
* mengemas setiap aktifitas THL TBPP menjadi aktifitas yang membangun opini dan persepsi di masayarakat sehingga ketika terjadi sesuatu(putus kontrak) ada dukungan dan pembelaan yang signifikan
* harus di akui nama THL TBPP di dalam opini masyarakat belum sepopuler GBS(guru Bantu) ,Pegawai Honorer daerah, Perangkat desa(sekdes)
5 bulan sebelum “November” sebagaimana yang di beritakan “sinar tani” terjadi pemutusan kontrak 5000 THL TBPP angkatan 1 harus ada gerakan-gerakan aktifitas THL TBPP Indonesia yang “mengagetkan” pihak pihak pengambil keputusan (Deptan, DPR, dll) dalam bentuk aktifitas aktifitas yang melibatkan petani sebagai subyek pertanian. Munculnya aktifitas/gerakan THL TBPP Indonesia bersama petani di permukaan paling tidak adalah “tabungan modal”dengan harapan mempunyai nilai tawar(bargaining position) bagi pihak pihak pengambil keputusan.
Temen2 THL TBPP di Jabodetabek, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim bersegeralah paling tidak koordinator propinsi untuk konsolidasi membentuk panitia Penyelenggara SARASEHAN TEMU NASIONAL THL TBPP INDONESIA 1.
  1. Membentuk Panitia Penyelenggara
  2. Membuka rekening atas nama THL TBPP Indonesia untuk menggalang dana
  3. Sosialisasi ke seluruh THL TBPP Indonesia
  4. Mengumpulkan data diri lengkap untuk membentuk THL TBPP Indonesia Network
  5. Mengumpulkan surat dukungan dari berbagai pihak(petani, KTNA, institusi,pemimpin wilayah:Kades, camat, bupati dll) untuk keberlanjutan THL TBPP

Kepada Temen2 THL TBPP Jabar, kami melihat temen2 sudah siap (sudah selesai dengan dirinya) maka segeralah mengambil keputusan ke wilayah yang lebih luas, karena silaturahmi ini untuk THL TBPP Indonesia. Insya Allah Temen2 di daerah mendukung….

Apa yang ada di benak fikiran temen2 THL TBPP hampir sama paling tidak ada silaturahmi nasional untuk paling tidak mendapat informasi yang paling akurat dari pihak pihak yang berkompeten.

SILATURAHMI NASIONAL THL TBPP INDONESIA 1

DARI THL, OLEH THL UNTUK PERTANIAN INDONESIA

THL TBPP Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, DIY, Jatim bergabunglah sebagai penyelenggara.

Wujudkan Silaturahmi Nasional THL TBPP Indonesia 1

                (NN) Warga THL TBPP




Read more...