Pages

Banner 468 x 60px

.

28 Nov 2009

Surat Monev THL 2007 untuk perpanjangan kontrak

Kepada Yth. Forum Komunikasi THL-TBPP Provinsi/Kab/Kota
di seluruh Indonesia


Dengan Hormat,

ini kami kirimkan surat dari Badan Pengembangan SDM Pertanian Deptan perihal: evaluasi diri THL-TBPP Angkatan I, mohon ditindak lanjuti sebagai bukti THL-TBPP Angkatan I diperpanjang kontraknya.. Terima kasih atas perhatiannya.

Ketua FK THL TBPP Nasional
ttd

Dedy Alfian

Surat Monev THL 2007 Untuk Perpanjangan Kontrak
Atau Anda bisa download DISINI


Read more...

27 Nov 2009

Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H

Kepada THL TBPP Jawa Tengah dan THL TBPP seluruh Indonesia, teriring doa Laisal Insaan bil khoto'wa dzunub, mohon maaf atas dusta yang terucap, buruk sangka dalam hati, curiga dalam pandang, kesombongan dalam sikap. Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H, Semoga ikhtiar dan perjuangan ini sebagai wujud kurban yang sesungguhnya. Amiiin

Ketua FK THL TBPP
Jawa Tengah


M. Nurul Fuad, SP


Read more...

26 Nov 2009

THE IMPORTANCE OF COMMUNICATION WITH EMPLOYEES

To facilitate the operations of an organization, communication with employees is very important. Here are 6 (six) of alternative approaches:

1. Orientation of human values.
Managers must be more responsive to human values. Communication must answer the needs of employees. The workers wanted to understand what was happening around them. Also want to be respected as individuals, and want to have a sense of purpose, understanding the future of their own work and overall future of the organization.

2. Planning.
Like other corporate functions, communication with employees should be planned. Communication must work for 365 days to achieve continuity and credibility. Do not let the employees feel that their leaders tried to connect only if they feel that the employee misunderstood
their position, or if they want to "sell" their ideas.

3. Effective complaints procedure.
Problems that office should be discussed with the employee according to the procedure. Comments about the employee should be obtained from the first hand.

4. Active listener.
Although the complex organizational structure, managers should not forget the people. Must develop the skills of "active listener".

5. Management involvement.
Managers should be enough to consider the direction, quality and content of all communications with employees. Employee involvement has always been key to the success of communication programs, and communication with employees is as important as any other communication made.


Read more...

THL-Angkatan 2007: Prestasi Berbuah Berkah

1 komentar
Atas dukungan Komisi IV DPR-RI selama tiga tahun anggaran 2007, 2008 dan 2009 maka Departemen Pertanian dapat melakukan kontrak dengan Tenaga Harian Lepas (THL). Diantaranya THL Tenaga Bantu Penyuluhan Pertanian, THL Perkebunan, THL Hewan dan Paramedis, THL Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Tetapi pada Raker Menteri Pertanian dengan Komisi IV DPR-RI tanggal 28 September 2009 yang lalu, disepakati untuk tidak memperpanjang kontrak THL Angkatan 2007. Anggaran THL Angkatan 2007 ini direalokasikan untuk kegiatan Penggerak Membangun Desa (PMD).

Ada ”blessing in disques” atau ”hikmah terselubung”. Secara alami terjadi pergantian Menteri Pertanian dan anggota DPR RI. Maka Menteri Pertanian 2009-2014 ini membentuk Tim penanganan THL Deptan. Hasil kajiannya adalah THL sangat efektif dan bermanfaat dalam melaksanakan penyuluhan pertanian. Karena salah satu target Menteri Pertanian 2009-2014 adalah swasembada berkelanjutan dan peningkatan produksi maka disimpulkan peran dari THL angkatan 2007 masih diperlukan di lapangan untuk menjaga momentum swasembada padi dan jagung serta untuk meningkatkan produksi komoditas utama lainnya. Katakanlah ”Prestasi berbuah berkah”.

Melihat manfaat ini maka Menteri Pertanian memohon persetujuan Komisi IV DPR RI kiranya dapat memperpanjang THL angkatan 2007. Ternyata Komisi IV menyetujui kebijakan program perpanjangan tenaga harian lepas Angkatan 2007, sambil memberi kesempatan kepada Departemen Pertanian RI untuk menetapkan kebijakan tentang THL di masa datang.

Kabar gembira untuk THL tetapi melekat dengan kabar gembira ini tampil pula tantangan. Diantaranya :

Pertama, bahwa perpanjangan ini berdasarkan pertimbangan untuk menjaga momentum swasembada padi dan jagung, tetapi juga untuk komoditi lainnya, kedelai, gula dan daging. Menteri Pertanian telah menetapkan sasaran produksi padi nasional tahun 2014 sebesar 75,7 juta ton, produksi jagung sebesar 29,0 juta ton, produksi kedelai sebesar 2,7 juta ton, produksi gula sebesar 3,6 juta ton, daging sapi sebesar 546 ribu ton dan produksi susu segar sebesar 1, 3 juta ton.

Ingat, target target ini harus dicapai karena pemerintah sudah mencanangkan bahwa padi dan jagung harus swasembada berkelanjutan, kedelai swasembada tahun 2014, gula swasembada 2014 dan daging sapi berkecukupan tahun 2014.

Sementara tantangannya tidak main-main. Meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global, ketersediaan infrastruktur, sarana, prasarana, lahan dan air masih terbatas, status dan luas kepemilikan lahan untuk 9,55 juta KK < 0,5 Ha, lemahnya sistem perbenihan dan perbibitan nasional, keterbatasan akses petani terhadap permodalan dan masih tingginya suku bunga usahatani, lemahnya kapasitas dan kelembagaan petani dan penyuluh, rendahnya nilai tukar petani. Tetapi ”the show must go on” Swasembada harus tercapai. Kedua, terminologi yang digunakan adalah perpanjangan THL Angkatan 2007. Artinya bukan pengangkatan. Tetapi Komisi IV masih menambahkan ”sambil memberi kesempatan kepada Departemen Pertanian RI untuk menetapkan kebijakan tentang THL”.(sinartanionline)



Read more...

MASA KONTRAK THL ANGKATAN 2007 DIPERPANJANG

1 komentar
Komisi IV DPR RI menyetujui kebijakan program perpanjangan Tenaga Harian Lepas (THL) Angkatan 2007 setelah mendengarkan usul dan penjelasan Menteri Pertanian dalam Raker antara Menteri Pertanian dengan Komisi IV DPR-RI tanggal 16 Nopember 2009. Perpanjangan kontrak dilakukan kepada 6.976 orang Tenaga Harian Lepas yang terdiri dari 5.606 orang THL-TBPP, 88 orang THL Perkebunan, 33 orang THL Hewan dan Paramedis dan 1.249 orang THL Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

Walaupun sebenarnya pada Raker antara Menteri Pertanian dengan Komisi IV DPR-RI tanggal 28 September 2009, telah disepakati untuk tidak memperpanjang kontrak THL Angkatan 2007 dan anggaran untuk THL angkatan 2007 direalokasikan untuk kegiatan Penggerak Membangun Desa (PMD). Namun, sesuai kajian dari Tim Penanganan THL Deptan, peran dari THL angkatan 2007 masih diperlukan di lapangan untuk menjaga momentum swasembada padi dan jagung serta untuk meningkatkan produksi komoditas utama lainnya.

”Berdasarkan evaluasi itu, THL sangat efektif dan bermanfaat dalam melaksanakan penyuluhan pertanian”, kata Mentan. Berdasar penjelasan itu Komisi IV DPR menyetujui perpanjangan THL Angkatan 2007 dengan kebutuhan anggaran lebih kurang sebesar Rp 104,1 miliar dengan merevisi anggaran PMD yang ada di BPSDMP, Ditjen Peternakan dan Ditjen Tanaman Pangan, sambil memberi kesempatan kepada Departemen Pertanian RI untuk menetapkan kebijakan tentang THL di masa datang.(sinartanionline)


Read more...

25 Nov 2009

BEAUTIFUL AND INTELLIGENT

1 komentar
Sleep is not only good for the health of the body, but also benefit the beauty and improve memory. Make sure you've fallen asleep before midnight, because at 2 AM to 4 AM is the most important time for the skin to rejuvenate itself and energized.
Meanwhile, the brain will be able to absorb and store new information better, if you complete the routine and not until late at night when go to bed. So, sleep tight at least 7 hours a day let your brain smarter and more attractive appearance so that the farmers become more spirit than listening to your agricultural extension

Read more...

24 Nov 2009

Cara Mudah Sembuhkan Penyakit Pada Kambing

0 komentar
Kambing, siapa sih yang belum pernah mendengar atau melihat kambing? Kambing memiliki pesona tersendiri bagi masyarakat kita, baunya yang khas membuat sebagian orang enggan mendekatinya namun dibalik itu semua hewan yang satu ini memiliki kandungan protein yang bergizi tinggi. Sebagian besar orang suka makan daging kambing dalam bentuk sate.
Begitu populernya jenis hewan ini sehingga hampir disetiap pelosok desa banyak petani yang beternak kambing dengan harapan dapat meraup untung darinya. Namun beternak Kambing tidak semulus apa yang mungkin kita bayangkan. Berbagai permasalahan sering mengganggu kesehatan ternak kambing, baik itu serangan penyakit, gangguan pertumbuhan dan reproduksi hingga kematian kambing.


Selain keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan ternak, peternak juga enggan mengobati ternaknya dengan alasan biaya pengobatannya relatif mahal, obatnya hanya ada di kota, jarangnya praktisi dokter hewan di desa dan berbagai alasan klasik lainnya. Untuk mengatasi permasalahan ini menuntut praktisi dokter hewan dan peternak sendiri lebih sedikit kreatif dalam mencari alternatif lain yakni menggunakan obat-obat tradisional yang terhampar luas di Indonesia ini.
Beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kambing dan dapat diobati secara tradisional diantaranya adalah sebagai berikut :
1. SCABIES (KUDIS)
Penyebab :
Parasit yang terdapat pada kotoran yang terjadi karena kandang kotor dan ternak tidak pernah dimandikan.
Tanda- tanda :
- Kerak - kerak pada permukaan kulit
- Ternak selalu menggesekan bagian kulit yang terserang kudis
- Kerontokan bulu, kulit menjadi tebal dan kaku
Pengobatan :
Cukur bulu sekitar daerah terserang, mandikan ternak dengan sabun sampai
bersih, kemudian jemur sampai kering. Setelah kering dapat diobati dengan
menggunakan:
1. Belerang dihaluskan, dicampur kunyit dan minyak kelapa, kemudian
dipanaskan dan digosokkan pada kulit yang sakit.
2. Belerang dihaluskan dan dicampur dengan oli bekas dan digosok pada
bagian kulit yang sakit.
3. Kamper / kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan
pada bagian kulit yang sakit.
Pencegahan :
- Ternak yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang
sehat.
- Ternak yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis
- Mandikan ternak dua minggu sekali.
- Bersihkan kandang seminggu sekali.

2. BELATUNGAN ( MYASIS )
Penyebab :
Luka daerah yang berdarah diinfeksi oleh lalat sehingga lalat berkembang
biak (bertelur) dan menghasilkan larva belatung.
Tanda-tanda :
- Adanya belatung yang bergerak-gerak pada bagian yang luka
- Bila belatungan pada kaki/teracak maka ternak terlihat pincang.
Pengobatan :
- Bersihkan luka dari belatung, kemudian obati dengan gerusan
kamper/kapur barus atau tembakau.
- Luka dibungkus dengan kain/perban untuk melindungi dari terjadinya luka
baru atau kotoran.
- Pada hari berikutnya luka dibersihkan, pengobatan diulang dan dibungkus
kembali. Biasanya dua atau tiga kali pengobatan sudah sembuh.
- Bila belatung sudah terbasmi, pemberian yodium tinctur dapat dipakai
untuk mempercepat pertumbuhan.

3. CACINGAN
Penyebab :
Bermacam-macam cacing terjadi karena kandang yang kotor atau padang
pengembalaan yang kotor.
Tanda-tanda :
- Kurus, bulu agak berdiri dan tidak mengkilap
- Sembelit atau mencret
- Lesu dan pucat
- Daerah rahang terlihat membengkak
- Mati mendadak
Pengobatan :
1. Tepung buah pinang dicampur dengan nasi hangat dikepal-kepal
kemudian dipaksakan untuk dimakan ternak. Ternak dianjurkan untuk
dipuasakan terlebih dahulu.
2. Daun kelor yang tua dibakar, kemudian debunya dicampur air dan
diminumkan. Pengobatan diulangi satu minggu kemudian.
Pencegahan :
- Kandang dibuat panggung dan bersih
- Pengaritan rumput setelah panas yaitu pada jam 12.00-15.00 atau
pengembalaan ternak pada siang hari jam 10.00-15.00.
- Jangan menggembalakan ternak pada daerah rawa, sungai dan sawah.

4. KERACUNAN TANAMAN
Penyebab :
- Ternak memakan rumput-rumputan atau daun-daunan yang mengandung
zat racun.
Tanda-tanda :
- Mati mendadak, mulut berbusa, kebiruan pada selaput lendir,
pengelupasan kulit/eksim atau terjadi pendarahan.
Pengobatan :
- Cekoklah ternak dengan air kelapa muda.
Pencegahan :
- Tidak memberikan tanaman beracun atau menggembalakan ternak di
daerah yang banyak tumbuh tanaman yang mengandung racun. (Diolah dari berbagai sumber)

Read more...

22 Nov 2009

HOW TO CORRECT PERFORMANCE

0 komentar
In improving the performance, management and staff must have a unity of understanding and generosity to correct each other, although this is not easy. Once in line, then the repair u'r work would go smoothly.
Steps to be taken:
• Recognizing the symptoms, which then observed and analyzed. If you want to be treated, the leadership must understand the dynamics of first symptoms. Leaders must have a big heart to accept the possibility that it was he who caused the bad performance of subordinates.

• Need to operate an honest conversation unhealthy relationship between the leadership and staff, as well as between the staff themselves.

In the meeting, when leaders rigid and inflexible in leading discussions (dialogue), then the leadership will not be able to control this meeting well. To be able to control this meeting very well there are 5 components to look for:
a. Readiness Leader.
Leaders must explain that the meeting was held to discuss the organization's performance, the role of staff, leadership roles and relations both.
b. Approval of the problems faced.
Agreement on the troubled areas of performance should be achieved first before starting to improve organizational performance.
c. A common understanding of the causes of poor performance.
After digging the cause, leaders must be open to influence behavior.
d. Approval of the performance objective to further improve relations.
Once the root cause is known, made an agreement to improve the skills, knowledge and experience.
e. Agreement to communicate more openly.
Open communication here that is open to receive suggestions leaders from subordinates.



Read more...

21 Nov 2009

Tips Memilih Hewan Kurban menjelang Idul Adha 1430 H

0 komentar
Hari raya Idul adha atau masyarakat umumnya menyebutnya Idul kurban sebentar lagi datang. Hal ini menyebabkan meningkatnya transaksi jual-beli hewan kurban baik itu Sapi, Kerbau, dan Kambing/Domba.Lalu-lintas hewan kurban tidak hanya lingkup kabupaten tapi bisa antar kabupaten atau bahkan lintas propinsi.



Oleh karena itu kita, baik sebagai penjual/ pembeli harus teliti dan hati-hati dalam memilih hewan kurban. Berikut beberapa syarat yang harus kita perhatikan terhadap hewan kurban yang akan dibeli.
1. Hewan Sehat, hewan kurban yang sehat biasanya telah memperoleh Sertifikat Sehat yang dikeluarkan dinas Peternakan/ sejenisnya ditingkat kabupaten asal hewan.
2. Hewan Tidak Cacat
3. Hewan telah cukup umur, seperti untuk kambing berusia lebih dari 1 tahun dan untuk sapi atau kerbau - lebih dari 1 hingga 2 tahun.
4. Hewan tidak boleh kurus
5. Hewan harus jantan.

Read more...

20 Nov 2009

Ways of working relationship

0 komentar
Become an employee / employees in today's global era demands and able to build working relationships in a network that can deliver a successful career into the future. Personal contacts or working relationships with various parties ranging from the new employer until the employee should be created.
So you can work with comfortably, there are a few tips you can do with:

1. THE BOSS

• The success and progress your career a lot depends on the assessment of your superiors. The boss can also provide an opportunity for strategic tasks. He also will provide increased performance and assessment of officials. Bosses can also be made "as a private teacher", because he can bring experience, guidance or direction so you can learn to achieve a career.
• Good relations with superiors is necessary for the development of your career forward. One of them, show you a good performance, such as completed a difficult job successfully.
• Convince the employer that the work you are always doing good cooperation with other parts.
• Do not forget to make in-person interaction with your boss. But do not get caught up in the members of the response as "sycophants". The fix should bring a friend to chat casually. Ask minor things about family or hobbies outside of work hours.

2. WORKING PARTNERS

• You and your colleagues really need each other. Doing good cooperation in completing the work. Help someone who was being pursued "dead line" jobs.
• Do not forget to give praise when co-workers successfully complete a good job.
• Recognize and personal habits. Go to lunch or go to the same order to create "friendship". Thanks to this thread when you or someone had got in his career, then this relationship will be important to you both.

3. CLIENTS

• A client who is satisfied with your service, will be happy to get back in the future. Whether simply to congratulate the time you get a promotion or perhaps a job offer.
• So try to contact the client not only when we need it, communication interlace always, if you need to visit.


Read more...

18 Nov 2009

Review Dialog Humas FK THL TBPP Nasional di TV ONE

1 komentar
Rabu, 18 November 2009 FK THL TBPP Nasional dan FK THL TBPP Provinsi se-Indonesia menjadi tamu dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi di TV ONE. Dalam kesempatan ini Humas FK THL TBPP Nasional, Achmad Baihaqi menyampaikan bahwa pada 4 November 2009 FK THL TBPP Nasional dan FK THL TBPP Propinsi se-Indonesia telah beraudiensi dengan Departemen Pertanian dan diterima baik oleh bapak Menteri Pertanian RI. Hasil audiensi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Rapat Kerja Menteri Pertanian RI dengan Komisi IV DPR RI yang salah satu keputusannya bahwa tahun 2010 seluruh THL TBPP akan diperpanjang kontrak kerjanya.
FK THL TBPP Nasional menyampaikan terima kasih banyak kepada menteri Pertanian RI, Komisi IV DPR RI dan kepada media TV ONE yang selama ini selalu mem-back up perjuangan THL TBPP yang jumlahnya 25 .000 orang di seluruh Indonesia. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Daerah, Petani, Kelompok Tani, Gapoktan yang selama ini telah mendukung perjuangan THL TBPP.


Read more...

17 Nov 2009

PERPANJANGAN KONTRAK THL TBPP

4 komentar
Berikut Kami sampaikan Informasi mengenai Perpanjangan Kontrak THL TBPP dari FK THL TBPP NASIONAL yang juga dimuat dalam Halaman Facebook FK THL TBPP Nasional

Syukur Alhamdulillah...
Perjuangan yang sudah di upayakan selama ini oleh Forum Komunikasi THL TBPP Nasional bersama Forum Komunikasi THL TBPP Provinsi se-Indonesia membuahkan hasil untuk diperpanjang kontrak THL TBPP Angkatan 2007, begitu juga dengan kontrak THL TBPP Angkatan 2008 dan 2009 yang terlebih dahulu sudah diperpanjang.

Pada tanggal 16 November 2009 hasil rapat kerja Departemen Pertanian dengan Komisi IV DPR RI menyepakati anggaran perpanjangan kontrak THL TBPP.

Disampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Pertanian RI atas komitmen dan upaya beliau untuk tetap memperhatikan keberadaan THL TBPP sebagai upaya regenerasi penyuluh pertanian, terima kasih kepada Komisi IV DPR RI yang menyetujui anggaran perpanjangan kontrak THL TBPP, terima kasih kepada FK THL TBPP Nasional dan FK THL TBPP Provinsi se-Indonesia atas perjuangannya selama ini, terima kasih untuk seluruh THL TBPP Indonesia atas doa dan dukungannya.

Semoga terwujud percepatan pembangunan pertanian berkelanjutan, keberadaan penyuluh pertanian masih dibutuhkan dan sangat penting peranannya dalam mendampingi petani dan masyarakat pertanian untuk proses pendidikan guna mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan negara yang makmur.


Read more...

15 Nov 2009

Audiensi FK THL TBPP NASIONAL dengan Menteri Pertanian

4 komentar
Video berikut merupakan salah satu suasana saat FK THL TBPP NASIONAL beraudiensi dengan Menteri Pertanian yang dihadiri juga oleh perwakilan THL TBPP dari 26 Propinsi. Audiensi dilaksanakan pada hari Rabu, 04 November 2009 di gedung Deptan, Jakarta.
Read more...

5 Nov 2009

Surat Terbuka Kepada Menteri Pertanian KIB II: THL-TBPP DI PERSIMPANGAN JALAN

0 komentar
Dua belas hari sudah para menteri dan pejabat negara setingkat menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta. Dalam pidato setelah pelantikan itu SBY menegaskan para menteri KIB II harus mampu berpikir cerdas dan siap bekerja keras memenuhi tuntutan tugas. Bagi para Tenaga Harian Lepas - Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) se Indonesia, tentunya menteri yang paling ditunggu kinerjanya adalah Menteri Pertanian yang baru yaitu Ir. H. Suswono, MMA. Siapakah sosok pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 20 April 1959 ini?

Secuil Kisah dari Wisma Indraprasta, Bogor

Pada tahun 1983 penulis memasuki bangku kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai mahasiswa angkatan 20 melalui jalur Proyek Perintis II (PP II). Di tahun pertama (Tingkat Persiapan Bersama, TPB) penulis tinggal di kamar kontrakan bersama kakak kelas satu daerah di kelurahan Babakan Sirna, sekitar 350 meter utara Kampus Pusat IPB Baranang Siang. Karena hanya berdua, maka untuk urusan makan dan cuci pakaian kami bergabung dengan kumpulan anak-anak mahasiswa Tegal, Jawa Tengah yang mengontrak satu rumah. Mereka membuat papan nama pada rumah tersebut dengan tulisan "Wisma Indraprasta". Setiap hari rata-rata 3 kali kami wira-wiri antara kamar kontrakan dan Wisma tersebut. Dengan modal patungan dari 10 mahasiswa, selain makan dan cuci pakaian dengan jasa pembantu, kami bisa berlangganan salah satu koran nasional (Kompas).
Di antara teman-teman mahasiswa Tegal itu ada satu yang paling senior. Orangnya pendiam, berkacamata minus, kalau berbicara suaranya kecil, jernih dengan intonasi dan tekanan suara yang khas. Pada saat itu dia sedang merampungkan tugas akhirnya (skripsi). Namanya Suswono, kami memanggilnya Mas Sus, seorang mahasiswa Fakultas Peternakan IPB. Meski agak jarang berkomunikasi dengannya, penulis mengamati Mas Sus ini memiliki "kekuatan" dan kharisma tersendiri. Dalam kesehariannya, sebagaimana kami yang lain, Mas Sus merupakan representasi mahasiswa Kampus Rakyat. Kini, setelah Susunan KIB II diumumkan oleh Presiden SBY, penulis baru menyadari bahwa 26 tahun yang lalu penulis telah pernah bersama dengan seorang Calon Menteri Pertanian Periode 2009 - 2014.

Pukulan di Akhir Tahun

Pada tanggal 30 Oktober 2009, melalui situs resmi Departemen Pertanian (Deptan), Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Dr. Ir. Ato Suprapto, MS menyampaikan pengumuman tertulis tentang berakhirnya kontrak kerja THL-TBPP Angkatan I Tahun 2007. Poin penting dari berita itu adalah Deptan tidak memperpanjang lagi kontrak kerja mereka. Meskipun sudah diprediksi berdasarkan berita-berita sebelumnya, tak pelak lagi realitas ini sangat memukul rekan-rekan THL-TBPP 2007. Sebagai THL-TBPP Angkatan II Tahun 2008, penulis merasa ikut prihatin dengan perkembangan terakhir ini. Alangkah baiknya sekiranya diadakan polling terlebih dahulu, untuk mengetahui kesiapan mereka atas pemutusan kontrak kerja ini. Namun, penulis meyakini sebagian besar, jika tidak semuanya, THL-TBPP 2007 tidak siap dengan berakhirnya kontrak kerja mereka.
Dalam sebuah kesempatan Menteri Pertanian Suswono menyatakan untuk program 100 hari beliau akan memprioritaskan pada akselerasi program 2009. Apakah penegasan pemutusan masa kotrak bagi THL-TBPP 2007 ini adalah bagian dari akselerasi itu? Alangkah cepatnya nasib rekan-rekan THL-TBPP I ini ditentukan.

Paradoks Kebijakan

Di depan Sidang Paripurna Khusus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, tanggal 19 Agustus yang lalu Presiden SBY menyampaikan Pidato Kenegaraan yang sangat memukau tentang Pembangunan Nasional dalam Perspektif Daerah. Tema pidato itu adalah "Pembangunan untuk Semua" (Development for All). Menurut Presiden pada hakikatnya pembangunan suatu bangsa harus bersifat inklusif, menjangkau dan mengangkat derajat seluruh lapisan masyarakat di seluruh wilayah nusantara. Salah satu pendekatan dari gagasan pembangunan untuk semua itu adalah penerapan konsep triple track strategy, yakni strategi yang pro-growth, pro-job, dan pro-poor. Esensi pembangunan untuk semua adalah pembangunan yang menitikberatkan pada kemajuan kualitas manusia. Manusia Indonesia bukan sekedar obyek pembangunan melainkan justru subyek pembangunan. Demikian pidato Presiden.
Kini, apa yang dialami rekan-rekan THL-TBPP Angkatan I 2007 sangat kontras dengan semangat pidato Presiden di atas. Salah satu tanda adanya peningkatan kualitas hidup adalah semakin terjaminnya rasa tenteram. Apa yang dirasakan rekan-rekan THL-TBPP 2007 saat ini adalah kegelisahan menatap masa depan, pasca berakhirnya kontrak kerja. Rasa itu tentu saja menular pada kami, THL-TBPP angkatan berikutnya, yaitu THL-TBPP 2008 dan 2009. THL-TBPP direkrut dan dilatih (baca: dipersiapkan) untuk menjadi pendamping masyarakat, petani. Selama 3 tahun THL-TBPP 2007 menunaikan tugas sesuai tupoksi. Spesifikasi dan kualifikasi kami sangat jelas yakni seorang pendamping! Jika kemudian di tengah jalan kondisi mengharuskan kami merubah spesifikasi dari seorang petugas pendamping menjadi seorang pelaku usaha, sungguh itu merupakan perubahan yang sangat berat. Di sinilah, strategi ke-enam dari konsep pembangunan untuk semua gagasan Presiden SBY itu diuji. THL-TBPP adalah bagian dari rakyat Indonesia, yang bukan sekedar obyek apalagi komoditas pembangunan, melainkan subyek pembangunan yang perlu ditangani secara komprehensif, tuntas dan manusiawi.
Di samping itu ada hal lain yang tidak kalah pentingnya. Sebagian dari rekan-rekan THL-TBPP 2007 itu, seperti juga sebagian THL-TBPP 2008, adalah pendamping program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). BLM-PUAP adalah bantuan modal langsung dari pemerintah pusat pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di desa untuk dikelola menjadi modal abadi yang terus tumbuh. Jika mereka (THL-TBPP pendamping PUAP) diputus kontraknya, bagaimana kelanjutan program PUAP? Apakah kita menginginkan program itu kandas di tengah jalan dan kucuran dana itu menguap tanpa bekas?
Hasil evaluasi Badan Pengembangan SDM Pertanian sendiri telah mengakui bahwa lebih dari 80 % THL-TBPP menunjukkan kinerja yang baik. Dapat dikatakan keberadaan THL-TBPP, dari angkatan I sampai III, telah memunculkan keseimbangan baru antara pendamping (penyuluh) dan pelaku usaha (petani). Masyarakat petani mulai merasakan manfaat kehadiran para petugas ini. Ketika kontrak kerja diputus, maka kesimbangan itu menjadi terganggu dan masyarakat petanilah yang paling dirugikan. Seyogyanya pilihan alur kebijakan Deptan adalah memperkuat sistem lembaga penyuluhan dengan meningkatkan performa dan kualitas penyuluhnya (termasuk meningkatkan status THL-TBPP pada posisi yang lebih baik). Tetapi mengapa yang dipilih oleh Deptan adalah kebijakan "banting setir" (THL-TBPP diarahkan untuk menjadi pelaku usaha)?
Menteri Pertanian Suswono menyatakan ada 4 target sukses pertanian yaitu swasembada berkelanjutan, diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing serta ekspor. Menurutnya, ke-empat target itu akan dicapai melalui strategi 7 gema revitalisasi, di antaranya revitalisasi sumberdaya manusia dan revitalisasi kelembagaan petani. Bagaimana target-target itu bisa dicapai, jika implementasi strategi tidak dijalankan? Bagaimana revitalisasi kelembagaan petani bisa terwujud, jika pendamping-pendampingnya "digerogoti"?

Harapan Kepada Menteri Pertanian Suswono

Penulis memahami bahwa rekan-rekan THL-TBPP Angkatan I 2007 berada dalam posisi dan situasi yang sulit, persis seperti pengembara di titik persimpangan jalan yang membingungkan. Tapi yakinlah rekan-rekan, bahwa keberadaan kita masih dibutuhkan oleh petani. Masih segar dalam ingatan kita akan tekad Pemerintah di awal periode 2004 - 2009 yang akan mengkondisikan keberadaan penyuluh pertanian dalam komposisi 1 penyuluh : 1 desa dan 1 desa : 1 penyuluh. Tapi, masih di penghujung tahun 2009 ini, semangat itu menjadi redup dengan keluarnya kebijakan pemutusan kontrak kerja itu.
Kepada Mas Sus, sebagai sesama alumnus dan pengguna jasa "Pondok Indraprasta", Babakan Sirna, Bogor, penulis ingin menyampaikan ucapan Selamat atas dilantiknya Bapak sebagai Menteri Pertanian KIB II. Jika 26 tahun yang lalu, kita sesekali sempat ngobrol saat baca koran, maka kini betapa jauhnya jarak kita, baik jarak fisik maupun jarak kedudukan. Tetapi, ijinkan penulis sebagai salah satu dari 26.000 THL-TBPP se Indonesia menyampaikan harapan. Tolonglah kondisikan kami, agar dapat melanjutkan darma bakti kami kepada masyarakat, bangsa dan negara sesuai spesifikasi kami sebagai penyuluh pertanian (pendamping petani), bukan sebagai yang lain.
Menggantungkan harapan semata-mata kepada Deptan, tentu saja tidak adil. Jalan keluar permasalahan ini juga sangat bergantung pada kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Men PAN). Karena itu kami berharap ada koordinasi dan kesepahaman yang sangat baik antara Deptan dan Men PAN, agar nanti dapat keluar kebijakan khusus yang mengatur kelanjutan program THL-TBPP dalam format yang sebaik-baiknya. Sekali lagi, sesuai arahan Presiden SBY, target utama Deptan adalah swasembada pangan berkelanjutan. Dalam hal ini, peran THL-TBPP sebagai ujung tombak pembangunan pertanian tidak bisa diabaikan untuk mendukung tercapainya target tersebut.

Penulis: Ir. Nur Samsu; merupakan THL TBPP angkatan 2008 BPP PAITON Kabupaten Probolinggo - Jawa Timur
Read more...