Pages

Banner 468 x 60px

.

24 Feb 2010

KTNA Kirim Surat Ke Presiden Untuk Status Penyuluh Kontrak


Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Ir. Winarno Tohir mengungkapkan sebagai bentuk dukungan KTNA terhadap THL-TBPP, KTNA akan membuat surat yang akan menyuarakan pemikiran THL-TBPP kepada Presiden. “Kita menyuarakan aspirasi petani THL-TBPP ini agar didengar oleh pihak legislatif dan eksekutif ”, tutur Winarno.

Sedangkan para Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) menginginkan kepastian status kerja setelah masa kontrak kerja mereka habis.

Hal tersebut disampaikan oleh Dedy Alfian, Ketua Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (FK THL-TBPP) Nasional, saat ditemui di acara dialog antara KTNA dengan THL-TBPP di aula Yampi, Jakarta. “Kami mengharapkan adanya solusi dari pemerintah agar keberadaan dan status THL-TBPP ini dapat diberlangsungkan secara berkelanjutan dan definitif”, ujar Dedy.

Selain itu para THL-TBPP juga mengharapkan agar pemerintah lebih serius membahas kepastian status THL-TBPP ini dengan memberikan perlakuan khusus terhadap permasalahan THL-TBPP ini.
(Source: sinartani.com)
Read more...

14 Feb 2010

Perjuangan THL TBPP

Kepada yg terhormat
THL-TBPP Se-Indonesia
di tempat

Puji syukur kehadirat Sang Maha Kuasa atas limpahan karunia yang di berikan untuk kita semua. Terima kasih kepada semua THL-TBPP se-Indonesia dan yang mendukung perjuangan kita selama ini atas doa dan dukungannya perjuangan ini selalu mendapat tempat dan tetap semangat.
Alhamdulillah perjuangan yang berliku-liku selama ini yang kita upayakan pada akhirnya mulai membuahkan hasil dimana klausul THL-TBPP di akomodir dalam Penyelesaian Tenaga Honorer di Panitia Kerja (Panja) gabungan Komisi II, VIII dan khususnya pada komisi X DPR-RI yang khusus untuk menangani penyelesaian Tenaga Pendidik dan Penyuluh Pertanian. Berbagai upaya yang sudah FK THL-TBPP Nasional bersama FK THL-TBPP Provinsi se-Indonesia lakukan ada kemajuan dari tidak ada menjadi ada dalam Panja, dari ranking prioritas mulai semakin naik yang sebelumnya THL-TBPP akan diselesaikan dengan memperhitungkan analisa kebutuhan instansi (Matrik Data hasil rapat Panja 4 Februari 2010). Selanjutnya hasil perkembangan sementara (Kamis, 11 Februari 2010) di Panja Komisi X DPR-RI, penyelesaian untuk THL-TBPP ditest sesama tenaga honorer dengan Peraturan Pemerintah (PP) baru. Insya Allah masih ada peluang untuk mengusahakannya lagi karena proses di Panja masih berlanjut sampai akhir bulan ini, untuk itu kami tetap berharap kepada semua THL-TBPP tetap dalam kerangka mendukung dan mendoakan. Semoga dengan adanya peluang dan kesempatan ini yang sedang kita ikhtiarkan slalu diberikan kemudahan. Kami di FK THL-TBPP Nasional bersama FK THL-TBPP Provinsi se-Indonesia akan terus mengawal dan berupaya. Insya Allah semoga menjadi lebih baik lagi.

Read more...

13 Feb 2010

KAMI BANGGA KEPADA ANDA, PARA PENDEKAR THL-TBPP

Bulan-bulan ini, Januari dan Pebruari 2010, para Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) tetap sibuk dengan tugas-tugas rutin melakukan pendampingan pada Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) binaannya. Lho, bukankah kontrak kerja mereka hanya sampai akhir Nopember 2009 dan akan diperbaharui dengan kontrak kerja baru per 1 Maret hingga 31 Desember 2010? Sebagian dari teman-teman ini, seperti di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mendapatkan honor dari Pemda untuk “bulan-bulan non kontrak Pusat yaitu Januari dan Desember 2009”. Tetapi tidak semua Pemerintah Kabupaten/Kota memberi perlakuan demikian, dus tidak semua teman-teman THL-TBPP se-Indonesia mendapatkan honor dari Pemda masing-masing pada “bulan-bulan non kontrak Pusat”. Teman-teman ini berpandangan, bulan-bulan Desember, Januari dan Pebruari adalah bulan-bulan sibuk petani menghadapi musim tanam padi. Mereka rupanya tidak tega meninggalkan petani di saat-saat paling membutuhkan pendampingan. Demikian juga pada bulan Desember 2009, Januari dan Pebruari 2010. Meski bulan-bulan ini bukan bulan kontrak Pusat, teman-teman THL-TBPP tetap setia dengan tugas “ekstra” mendampingi petani, tanpa terlalu memikirkan apakah nanti akan mendapatkan honor dari Pemda seperti tahun lalu atau tidak.
      Dalam minggu-minggu ini, sebagian dari mereka dalam kapasitas sebagai utusan dari berbagai daerah dan tergabung dalam Forum Komunikasi (FK) THL-TBPP Nasional berangkat ke Jakarta untuk sebuah kepentingan besar. Kita sebut kepentingan besar, karena tujuannya melampaui kepentingannya sendiri. Mungkin sudah berminggu-minggu teman-teman kita ini di sana. Mereka sekelompok THL-TBPP, yang tidak berhitung hanya untuk kepentingan diri sendiri. Mereka melakukan lobi-lobi kepada para wakil rakyat dan para pejabat pusat terkait. Ini semua butuh biaya operasional, paling tidak untuk makan, transportasi dan penginapan. Mereka ke Jakarta pada bulan-bulan non kontrak alias saat-saat tidak mendapat honor. Sungguh mereka adalah pendekar-pendekar gigih, yang berjuang demi visi jauh ke depan.
      Apa tujuan besar itu? Apa yang diinginkan sekelompok THL-TBPP ini? Mereka ke Jakarta membawa misi THL-TBPP se-Indonesia, yaitu berjuang demi terbitnya Peraturan Pemerintah yang mengakomodir para THL-TBPP untuk diangkat secara khusus menjadi PNS. Jika dilihat secara sepintas ini seperti kepentingan para THL-TBPP sendiri. Memang ya, tapi dalam pengertian agar para petugas ini lebih optimal lagi dalam menyalurkan pengabdiannya dengan status yang jelas (PNS). Lebih jauh lagi, perjuangan teman-teman ini sebenarnya adalah bentuk pengawalan yang konkret atas tekad Pemerintah sendiri di awal periode 2004-2009 yang akan mengkondisikan komposisi 1 penyuluh : 1 desa dan 1 desa : 1 penyuluh. Ini adalah bentuk kesadaran yang tinggi bahwa eksistensi penyuluh pertanian dan segala kiprahnya merupakan salah satu pilar kesuksesan pembangunan pertanian Indonesia.
      Ya, kita menyadari betul bahwa bobot dan urgensi sektor pertanian, sekurang-kurangnya setara dengan pendidikan dan kesehatan, dalam konteks kepentingan nasional. Jangan bicara pendidikan dan kesehatan jika perut lapar. Begitulah kira-kira sederhananya. Karena itu sudah sepatutnya jika kita terus mendorong agar penetapan skala prioritas pembangunan pertanian setara dengan kedua bidang yang disebut terakhir. Apalagi beban sektor pertanian ke depan akan semakin berat. Nah, apa yang sedang teman-teman kita perjuangkan saat ini adalah dalam kerangka pembangunan pertanian sebagaimana telah dirancang oleh Pemerintah sendiri, yakni agar revitalisasi penyuluh pertanian dapat terwujud dan seiring sejalan dengan 6 (enam) gema revitalisasi pertanian yang lain. (Sebagai catatan, Kementerian Pertanian RI mencanangkan program 7 (tujuh) gema revitalisasi).
      Ada berita lain yang cukup menggembirakan dan menambah semangat kita untuk terus berjuang. Pada saat peresmian secara simbolis 354 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Desa Kalianyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon Sabtu, 6 Pebruari 2010 Menteri Pertanian Suswono menyatakan pemerintah berencana mengangkat petugas THL-TBPP menjadi PNS. Kita patut berprasangka baik pada kehendak mulia ini dan berharap agar pernyataan Bapak Menteri di atas bukan sekedar pernyataan yang menghibur. Kita wajib mengawal rencana tersebut secara sistematis dan terkoordinasi dengan baik, agar secepatnya keluar kebijakan konkret dalam bentuk peraturan resmi yang mengatur proses peralihan status THL-TBPP menjadi PNS. 
      Karena itu, kepada teman-teman THL-TBPP se-Indonesia, marilah kita berikan dukungan penuh kepada Pendekar-Pendekar kita ini agar mereka terus berjuang hingga tujuan tercapai. Sekali lagi, HINGGA TUJUAN TERCAPAI! Mari kita yakinkan diri kita semua bahwa perjuangan ini berada pada jalur yang benar, yakni demi eksistensi dan kebangkitan dunia pertanian Indonesia. Manakala kita tidak dapat bergabung dengan teman-teman yang gigih dan kita banggakan bersama di Senayan Jakarta, marilah kita sungguh –sungguh menggalang do’a, do’a bersama yang terbit dari setiap hati THL-TBPP yang penuh harap, dengan jiwa yang khusyuk agar perjuangan teman-teman ini membawa hasil gemilang. MAJU TERUS THL-TBPP! 
(kontributor :Ir. Nur Samsu, THL-TBPP 2008 BPP Paiton – Kabupaten Probolinggo untuk http://thl-tbpp.blogspot.com/)

Read more...

5 Feb 2010

Call Center Database THL TBPP

Tim Tabulasi Data THL TBPP di Jakarta terus melakukan tabulasi database yang telah dikirimkan oleh kawan-kawan FK THL Kabupaten se-Indonesia. Mengingat PENTINGnya database THL TBPP ini maka pastikan database yang kawan-kawan kirimkan telah sampai ke meja Tim Tabulasi, Silakan hubungi Call center Database THL TBPP di:
  • 081 281 030 849
 THL TBPP, Bisa !!!
Read more...

4 Feb 2010

URGENT: PERMINTAAN DATA BASE THL

Untuk mendukung kelengkapan data THL TBPP seluruh Indonesia dalam Rakornas THL TBPP se-Indonesia dan serangkaian kegiatan perjuangan FK THL TBPP Nasional beserta FK THL TBPP Provinsi se-Indonesia di Jakarta saat ini maka FK THL TBPP Nasional menginstruksikan kepada seluruh FK THL TBPP KABUPATEN/ KOTA untuk segera mengirimkan DATA BASE THL TBPP di kabupaten/Kota saudara dengan FORM/BLANGKO yang bisa didownload DISINI kepada FK THL TBPP Nasional dengan E-Mail di: fk_thltbppnas@yahoo.co.id paling lambat hari Jumat, tanggal 5 Februari 2010 pukul 16.00 WIB.Mengingat SANGAT PENTINGnya Database tersebut, dimohon kepada seluruh FK THL TBPP Kabupaten se-Indonesia untuk tepat waktu dalam mengirimkan data.
Atas perhatian dan Kerjasamanya, Kami ucapkan terima kasih

Ketua
FK THL TBPP Nasional

DEDY ALFIAN
Read more...

2 Feb 2010

Taman Organik dan Kios Organik Mandiri

THL TBPP, BISA!! Sebuah ide kreatif dan bermanfaat tercurah dari kawan-kawan THL TBPP kabupaten Tulungagung dalam Taman Organik dan Kios Organik Mandiri. Pendirian Taman Organik bersama dengan pembukaan KIOS ORGANIK MANDIRI bertujuan antara lain: 
  • Memperkenalkan Taman Organik sebagai lahan percontohan pertanian ramah lingkungan kepada masyarakat Tulungagung pada khususnya dan praktisi pertanian pada umumnya. 
  • Memperkenalkan Kios Organik ”MANDIRI”sebagai tempat pemasaran produk-produk organik kepada masyarakat Tulungagung pada umumnya dan produsen serta konsumen produk organik khususnya. 
  • Wahana transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian organik. Wahana karya wisata dan rekreasi/outbond pertanian organik bagi anak usia sekolah maupun masyarakat umum yang ingin menambah pengetahuan tentang pertanian organik.  
Hal lain adalah kita ingin mewujudkan Program Go Organik 2010 yang dicanangkan oleh Departemen Pertanian RI. Kenyataan  di lapang menunjukkan bahwa pertanian non organik/konvensional pada prakteknya berlebih didalam menggunakan pestisida dan pupuk kimia yang pada akhirnya meninggalkan residu kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Akibat lain adalah degradasi lahan/penurunan kualitas lahan yang semakin hari semakin mengkuatirkan.  
Yang sangat membanggakan bagi THL TBPP adalah 
  1) Taman Organik dan Kios Organik Mandiri bisa terwujud atas swadaya murni dari Forum Komunikasi Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (FK- TBPP) Kabupaten Tulungagung, yang beranggotakan 100 personel. Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) direkrut oleh Departemen Pertanian dan diperbantukan di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia sejak tahun 2007. Hasil dan efek positif dari rekruitmen ini adalah berhasilnya swasembada beras yang sempat terhenti sejak tahun 1984. Hal lain adalah sebagian besar TBPP di seluruh wilayah Indonesia di dalam melakukan pendampingan dan penyuluhan bagi rumah tangga petani mampu memunculkan ide – ide kreatif. Untuk FK – TBPP kabupaten Tulungagung salah satu ide kreatif yang digagas adalah berdirinya Taman Organik dan Kios Organik Mandiri yang beralamat di Jalan Srabah 01/05 Desa Karanganom, Kec. Kauman, Kabupaten Tulungagung. Ide ini digagas sebagai upaya serius membantu petani di kabupaten Tulungagung di dalam memulai kegiatan pertanian organik di tahun 2010 dengan menyelaraskan program Departemen Pertanian  ”GO ORGANIK 2010”
2)      Lahan yang dikelola oleh Taman Organik seluas 11 hektar yang terdiri dari :
-          7 hektar tanaman padi
-          3 hektar untuk tanaman sayur
-          1 hektar untuk kolam ikan
Lahan ini digunakan sebagai lahan percontohan dengan dilengkapi fasilitas Saung/Gazebo untuk pertemuan, Rumah Kompos untuk kegiatan produksi pupuk organik dan area Taman Sayur yang ditata apik.  
Sebagai tahap awal varietas padi yang di budidayakan adalah Ciherang, mengingat varietas ini mudah di dalam perawatan, tidak rentan terhadap hama dan penyakit
Tanaman sayur yang dibudidayakan terdiri dari sayur dataran rendah, seperti kacang panjang, lombok,tomat,bayam, sawi dan sayuran dataran tinggi seperti bawang prei, brokoli, selada dan lain-lain.
Untuk kolam ikan masih difokuskan pada budi daya ikan gurami  dan lele untuk kebutuhan konsumsi.
3)      Berkaitan dengan perawatan kita melibatkan petani sebagai mitra kita. Lahan yang kita kelola dari awal menggunakan sistem kemitraan dan model pendampingan lapang oleh seluruh personel TBPP Tulungagung.  Berkaitan dengan pemupukan, Taman Organik kita lengkapi dengan rumah kompas. Rumah kompas inilah yang mensupply kebutuhan pupuk organik di lahan petani mitra.
Sebagai kegiatan panen perdana cukup menampakkan hasil yang memuaskan, produktivitas padi mencapai 8 ton/hektar. Walaupun pada dasarnya kegiatan pertanian organik pada awalnya memang belum dapat memaksimalkan produktivitas, walaupun pada akhirnya dalam jangka panjang produktivitas panen akan meningkat dan kualitas lahan menjadi baik.   
4)      Tanggapan warga sekitar (Ds. Karanganom, Kec. Kauman) sangat mendukung. Bahkan dari hamparan persawahan yang luas totalnya mencapai 20 hektar di sekitar Taman Organik, ingin bergabung dalam kemitraan.
Mengingat sumber daya modal yang terbatas kita belum bisa memenuhi keinginan warga tani tersebut, kedepan kita berharap dapat mengelola total hamparan di sekitar area Taman Organik dengan kecukupan sumber daya yang kita persiapkan.
5)      Sambutan dari pejabat terkait adalah harapan supaya manajemen Taman Organik dengan Kios Organik Mandiri dapat mengembangkan kegiatannya secara lebih luas di wilayah Tulungagung. Kepala Dinas Pertanian menyatakan siap meng-alokasikan bantuan berupa sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan pertanian organik, berupa mesin pengolah pupuk organik. Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, melalui komisi yang membidangi siap menganggarkan alokasi dana APBD untuk kegiatan pertanian organik.
6)      Penghargaan kepada Bupati Tulungagung berkaitan dengan Ketahanan Pangan dan Peng-anekaragaman Pangan, yang diberikan oleh Presiden RI bulan Desember tahun lalu.
Penghargaan tersebut tidak lepas dari partisipasi kelompok tani dan aparat pertanian, termasuk Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian. Bahkan teman-teman di TBPP ikut serta di dalam penataan kegiatan di bidang Ketahan Pangan, seperti menyiapkan dan menata Gerai Ketahanan Pangan dan mendokumentasi atau menginventarisir kegiatan-kegiatan yang menunjang ketahanan pangan dan peng-aneka ragaman pangan.
7)      Kita berharap Taman Organik dan Kios Organik Mandiri kedepannya dapat menjadi Pusat Pelatihan Pertanian Organik, yang membantu dan mendampingi petani dalam kegiatan pertanian organik secara gratis serta wahana pelatihan  pemuda untuk lebih mencintai dunia pertanian dengan berbagai jenis usahanya
Sehubungan dengan Kios Organik Mandiri supaya dapat menjadi terminal produk pertanian organik yang menampung dan memasarkan hasil panen petani organik dan menjadi sarana  pembelajaran petani terhadap  manajemen agrobisnis. (Timour/Ket. FK Tulungagung)
Read more...

1 Feb 2010

BREAKING NEWS THL TBPP

Menyikapi perkembangan informasi mengenai THL TBPP maka  kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Mengenai Pengumuman/ surat Pembaharuan kontrak untuk THL TBPP angkatan 1 yang sampai saat ini belum keluar, kawan-kawan diharapkan tetap bersabar. FK THL TBPP Nasional terus mengupayakan agar pengumuman tersebut segera keluar.
  2. Jaga saldo minimal rekening BRI Anda 3 bulan ke depan jangan sampai Offline. Sehingga nanti ketika proses transfer gaji/ honor tidak mengalami kendala.
  3. Dimohon doa dari kawan-kawan ( Sholat Hajat atau menyesuiakan bagi yang non muslim) terutama satu bulan ke depan, Kawan-kawan FK THL TBPP Nasional dan FK THL TBPP Provinsi se-Indonesia saat ini sedang di Jakarta dalam rangka Rakornas dan serangkaian kegiatan untuk memperjuangkan nasib Kita.
Terima kasih dan tetap semangat!
 
Ketua 
FK THL TBPP Nasional
 
 
DEDY ALFIAN
Read more...